Pontianak-Mitrapolisi.id
Rangkaian Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 resmi ditutup di Takalar Ballroom, Grand Mahkota Hotel Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (23/8/2026) pagi.
Agenda tahunan yang dihiri sekitar 200 peserta dan tamu undangan dari seluruh wilayah Kalimantan ini menghasilkan sejumlah keputusan strategis, salah satunya penerbitan “Buku Sejarah Islam Borneo”. Selain itu, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) disepakati dan ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan untuk tahun 2027 mendatang.
Penutupan kegiatan secara resmi dilakukan oleh Wali Kota Pontianak, Ir. H. Edi Rusdi Kamtono, M.M., M.T. Dalam sambutannya, Edi menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pontianak untuk terus memperkuat sinergi dengan alim ulama dan pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.
”Dengan mengharapkan ridho Allah SWT, seluruh rangkaian Rakorda MUI Wilayah V se-Kalimantan Tahun 2026 di Kota Pontianak secara resmi kami tutup,” ujar Edi.
Sejumlah tokoh penting nasional dan daerah tampak hadir dalam acara penutupan ini, di antaranya Ketua Komisi II DPR RI Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda, Sekjen MUI Pusat Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, Bupati Sambas H. Satono, Kakanwil Kemenag Kalbar Dr. H. Muhajirin Yanis, Rektor IAIN Pontianak Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, serta para Ketua MUI Provinsi se-Kalimantan.
Dorongan Penguatan Infrastruktur dan Akademis
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Umum MUI Prov. Kalbar sekaligus Rektor IAIN Pontianak, Prof. Dr. H. Wajidi Sayadi, menyampaikan aspirasi terkait perlunya gedung sekretariat mandiri bagi MUI Kalbar, menyusul MUI Kalteng yang sudah memilikinya. Pihaknya juga mengharapkan dukungan percepatan perubahan status IAIN Pontianak menjadi UIN.
Aspirasi ini direspons positif oleh Ketua Komisi II DPR RI, Dr. H. M. Rifqinizamy Karsayuda. Selain menyatakan kesiapannya dalam mengawal aspirasi daerah, Rifqinizamy juga berkomitmen membantu pencetakan 1.000 eksemplar Buku Sejarah Islam Borneo. Ia menekankan pentingnya peran ulama dan umat Islam dalam meningkatkan perekonomian secara halal demi mengentaskan kesenjangan sosial.
Pesan Penjagaan Adab dan Perjalanan Lintas Negara
Sementara itu, Sekjen MUI Pusat, Buya Dr. H. Amirsyah Tambunan, mengingatkan peserta mengenai pentingnya mengedepankan adab dan menjadikan MUI sebagai rumah besar yang inklusif bagi seluruh ormas Islam di Indonesia.
”MUI adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga dan pelihara. MUI merupakan tempat kita berbagi dengan ikhlas demi kemaslahatan umat,” tutur Buya Amirsyah.
Usai penutupan rangkaian Rakorda di Pontianak, sebagian rombongan peserta dijadwalkan melanjutkan agenda kunjungan muhibah ke Sarawak, Malaysia, melalui Pos Cross Border (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau. Panitia telah menyiagakan 10 unit armada bus mini untuk memfasilitasi perjalanan lintas negara tersebut.
(Wardi)
