Sambas-Mitrapolisi.id
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi peserta didik. Namun, di balik upaya memastikan siswa mendapatkan makanan bergizi, kondisi sarana pendidikan yang aman dan layak juga tidak boleh luput dari perhatian pemerintah.
Potret tersebut terlihat di SDN 10 Semayang, yang berlokasi di Dusun Semayang, Desa Sepadu, Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat. Kondisi bangunan sekolah yang memprihatinkan menjadi sorotan setelah Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Mardani, melakukan peninjauan langsung bersama awak media pada Selasa (13/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, sejumlah kerusakan ditemukan pada bagian bangunan dan fasilitas sekolah. Plafon terlihat terkelupas, berlubang, bahkan terlepas di beberapa bagian. Atap dilaporkan mengalami kebocoran, sementara lantai papan ditemukan dalam kondisi keropos dan patah.
Tidak hanya bangunan, meja dan bangku yang digunakan siswa untuk belajar juga dilaporkan mengalami kerusakan dan keropos. Fasilitas WC sekolah turut menjadi perhatian karena kondisinya dilaporkan sudah rusak.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kelayakan sarana pendidikan yang digunakan setiap hari oleh para siswa dan tenaga pendidik.
Siswa Mendapat MBG, tetapi Keamanan Ruang Belajar Tak Boleh Diabaikan
Program MBG merupakan salah satu upaya mendukung pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik. Akan tetapi, pemenuhan gizi saja tidak cukup apabila lingkungan tempat anak-anak menuntut ilmu belum sepenuhnya memenuhi aspek keamanan dan kelayakan.
Siswa perlu mendapatkan makanan bergizi sekaligus ruang belajar yang aman.
Di SDN 10 Semayang, terdapat 122 siswa dari kelas I hingga kelas VI yang membutuhkan fasilitas pendidikan yang memadai. Kerusakan plafon, kebocoran atap, serta lantai papan yang keropos dan patah menjadi persoalan yang perlu segera dievaluasi oleh instansi terkait.
Kerusakan tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seluruh bangunan tidak aman. Namun, kondisi yang terlihat membutuhkan pemeriksaan teknis agar potensi bahaya dapat diketahui dan langkah penanganan segera ditentukan.
Jangan sampai perhatian terhadap pemenuhan gizi anak tidak berjalan beriringan dengan perhatian terhadap keselamatan mereka selama berada di lingkungan sekolah.
Anak-anak bukan hanya membutuhkan makanan yang bergizi untuk mendukung tumbuh kembangnya, melainkan juga ruang kelas, meja, bangku, serta fasilitas sanitasi yang layak untuk menunjang proses pembelajaran.
Mardani Turun Langsung, Minta Perhatian Serius Pemerintah
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sambas, Mardani, menyampaikan bahwa dirinya turun langsung untuk melihat kondisi sekolah setelah menerima informasi yang beredar di media sosial.
Menurutnya, peninjauan lapangan diperlukan agar persoalan yang disampaikan kepada pemerintah berdasarkan kondisi nyata, bukan hanya informasi yang diterima dari pihak lain.
“Setelah kita melihat langsung kondisinya, memang sangat-sangat memprihatinkan. Bangunan ini perlu direnovasi, bahkan kalau memungkinkan dibangun seperti sekolah-sekolah lain yang kondisinya lebih baik,” ungkap Mardani.
Ia berharap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas tidak hanya melakukan peninjauan, tetapi juga menindaklanjuti temuan di lapangan melalui langkah konkret, baik berupa rehabilitasi, renovasi, maupun pembangunan kembali sesuai hasil pemeriksaan teknis.
Kedatangan Mardani bersama awak media disambut oleh beberapa tenaga pendidik. Sementara itu, kepala sekolah tidak hadir saat kunjungan berlangsung karena dilaporkan sedang sakit.
Revitalisasi Pendidikan 2026 Perlu Diperjelas
Dalam kesempatan tersebut, Mardani juga menyampaikan rencana untuk berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas terkait anggaran revitalisasi pendidikan tahun 2026 serta sekolah-sekolah yang masuk dalam daftar penerima bantuan.
Sebagai Ketua Komisi IV DPRD Sambas, ia menyebut pengawasan terhadap sektor pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab DPRD.
Ia berharap SDN 10 Semayang dapat memperoleh perhatian pemerintah, termasuk kemungkinan masuk dalam program revitalisasi sesuai persyaratan dan ketentuan yang berlaku.
“Kami akan mencoba berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait dana revitalisasi dan titik-titik sekolah yang mendapatkan bantuan. Mudah-mudahan SDN 10 Semayang bisa mendapatkan bantuan sehingga pembangunan yang diharapkan siswa, guru, dan masyarakat dapat terwujud,” ujarnya.
Hingga berita ini disusun, belum ada konfirmasi resmi yang memastikan apakah SDN 10 Semayang masuk dalam daftar penerima program revitalisasi pendidikan tahun 2026.
122 Siswa Menanti Kepastian Perbaikan
Dengan jumlah 122 siswa, kondisi SDN 10 Semayang membutuhkan perhatian yang tidak sebatas pada satu aspek. Pembenahan perlu mempertimbangkan kelayakan ruang kelas, plafon, atap, lantai, meja dan bangku, hingga fasilitas WC.
Pemeriksaan teknis menjadi langkah penting untuk menentukan tingkat kerusakan dan menetapkan prioritas penanganan. Apabila ditemukan bagian bangunan yang berpotensi membahayakan, pihak berwenang perlu segera mengambil langkah pengamanan sesuai hasil pemeriksaan.
Pemerintah daerah juga diharapkan memberikan kejelasan mengenai rencana perbaikan, sumber pendanaan, dan jadwal penanganan agar kebutuhan sekolah tidak berhenti sebagai persoalan yang hanya dibicarakan.
Program pemenuhan gizi dan pembangunan infrastruktur pendidikan semestinya berjalan beriringan. Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang baik untuk belajar, sekaligus lingkungan sekolah yang mendukung keselamatan dan kenyamanan mereka.
Mitrapolisi.id Menunggu Klarifikasi Disdikbud Sambas
Redaksi Mitrapolisi.id membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas maupun pihak sekolah terkait kondisi bangunan, fasilitas belajar, riwayat pembangunan dan rehabilitasi, serta rencana perbaikan ke depan.
Redaksi juga menunggu penjelasan mengenai kemungkinan SDN 10 Semayang memperoleh bantuan revitalisasi pendidikan tahun 2026, termasuk tahapan dan persyaratan yang harus dipenuhi.
Pemberitaan ini diharapkan menjadi perhatian bersama agar persoalan sarana pendidikan dapat ditangani berdasarkan data, pemeriksaan teknis, dan keterangan resmi dari pihak berwenang.
Siswa berhak mendapatkan gizi yang baik dan pendidikan di lingkungan yang aman. MBG penting, tetapi kelayakan bangunan sekolah juga tidak boleh dikesampingkan.
Mitrapolisi.id akan terus mengikuti perkembangan persoalan SDN 10 Semayang dan memberikan ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan penjelasan resmi
“002
