Hari Pertama Lebaran Pasokan Air Tempat Ambil Wudhu Di Mesjid Raya Gunung Tua Kosong

Hari Pertama Lebaran Pasokan Air Tempat Ambil Wudhu Di Mesjid Raya Gunung Tua Kosong

Spread the love

Paluta,sumut,mitrapolisi.id

Mesjid Raya Gunung Tua yang di Agungkan di kabupaten Padang Lawas Utara ( Paluta ) yang berlokasi di Jantung Ibu Kota yang berdiri megah menjadi kebanggaan didirikan pada masa Bupati Pertama Kab Paluta Drs H Bachrum Harahap sekaligus membentuk kepengurusan yang tersruktur seperti petugas kebersihan dalam dan luar mesjid, petugas pengadaan air untuk kebutuhan toilet dan mengambil air wudhu yang pimpin oleh DKM ( dewan kenajiran mesjid ).
Mirisnya disaat hari I ( pertama ) Lebaran Sabtu 21 Maret 2026 ketika kru media ini ingin melaksanakan shalat Djuhur selepas shalat berjamaah berkebetulan jumpa sama salah seorang paruh baya diperkirakan dalam perjalanan ( musyafir ) yang keluar dari dalam Mesjid dengan nada kesal sontak mengatakan air di tempat ambil wudhu gak ada, selanjutnya kami arahkan pada kran yang ada di halaman Mesjid untuk mengambil wudhu yang kebetulan kran air dapat berpungsi seadanya.
Untuk memastikan keterangan tersebut kami menuju tempat ambil wudhu bagi kaum lelaki ternyata benar adanya beberapa kran air dibuka tak satupun keluar airnya begitu juga di tempat toilet dan tempat BAB.
Setelah memastikan keadaan yang dikabarkan kamipun menuju kran air di halaman mesjid untuk ambil air wudhu juga guna untuk menunaikan shalat Djuhur pula.
Seterusnya kami menuju kantor DKM yang berada di sekitaran lokasi Mesjid itu juga untuk konfirmasi tentang hal tersebut ternyata kantor tutup.
Dalam benak kami bertanya apa penyebab pasokan air di suatu rumah ibadah yang di Agung kan di kabupaten Padang Lawas Utara berdiri di Jantung Kota Gunung Tua bisa habis atau dugaan petugas tidak mengindahkan tugas yang diembannya.
Kami harapkan pemerintah kabupaten Padang Lawas Utara atau petugas terkait selalu pro aktip apalagi di hari – hari besar Agama Islam seperti hari Raya Idul Fitri saat ini. Tidak terputus kemungkinan masyarakat diluar kabupaten menggunakan pasilitas keagamaan tersebut baik dalam keadaan istirahat sebentar sambil menunaikan shalat maupun dalam perjalanan musyafir.
Sehingga keadaan hal tersebut menjadikan tercorengnya nama baik Mesjid Raya Gunung Tua yang kita masyarakat Paluta banggakan. 06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *